Jumat, 02 November 2012

Perhitungan Bunga Giro


          Seorang nasabah giro, apabila memiliki saldo kreddit selam periode perhitungan bunga atau jasa giro akan diberikan sejumlah bunga giro. Perhitungan bunga giro dilakukan atas saldo rata-rata terendah dari mutasi setiap bulan. Pembukuan langsung dibukukan atas keuntungan nasabah yang bersangkutan.
Contoh perhitungan bunga giro untuk Tuan Hermawan, nasabah Bank Omega cabang Jakarta, dapat diilustrasikan.

BANK OMEGA
Cabang Jakarta

                                                           Rekening Koran
                                                     Per 30 November 19xx
Nomor rekening : 01820008912
Nama                  : Hermawan                            Suku Bunga : 12%pa
Alamat               : Jl. Duta II/1
                             Jakarta Selatan

Tanggal
Mutasi
Debet
Kredit
Saldo
1/11
Setor tunai

Rp. 100.000.000
Rp. 100.000.000
6/11
Setor Kliring

Rp.   10.000.000
Rp. 110.000.000
8/11
Tarik tunai
Rp.   15.000.000

Rp.   95.000.000
11/11
Setor Transfer

Rp.     5.000.000
Rp. 100.000.000
15/11
Tarik Kliring
Rp      4.000.000

Rp.  96.000.000
20/11
TrikTransfer
Rp.     2.000.000

Rp.  94.000.000
30/11
Bunga Giro

Rp.       973.666
Rp.   94.973.666
Keterangan :

                                                                                                   Pimpinan Cabang
                                                                                                             SE & O

            Perhitungan bunga giro bila diterapkan saldo terendah bulan november 19xx :
Bunga tahunan 12%
Bungan bulanan 1,00%
Perhitungan bunga : 1,00% X Rp. 94.000.000= Rp. 940.000
Bila perhitungan bunga giro diterapkan berdasarkan lamanya pengendapan dana :


Tanggal
Saldo
Lamanya
Bunga
 1-6
Rp. 100.000.000
5 hari
Rp. 166.667
 6-8
Rp. 110.000.000
2 hari
Rp.   73.333
 8-11
Rp.   95.000.000
3 hari
Rp.   95.000
11-15
Rp. 100.000.000
4 hari
Rp. 133.333
15-20
Rp.  96.000.000
6 hari
Rp. 192.000
20-30
Rp.  46.000.000
10 hari
Rp. 313.333



Rp. 973.666


Bila perhitungan bunga dilakukan berdasarkan saldo rata-rata setiap bulannya, maka diperoleh perhitungan sebagai berikut :
Saldo rata-rata perbulan.......................................... Rp.  99.160.000
Bunga Sebulan........................................................... Rp.       991.000
          Metode mana yang akan diterapkan oleh Bank Omega dapat diputuskan sendiri berdasarlan pengalaman bank. Hal yang akan mempengaruhi perhitungan bunga ini adalah fluktuasi dasri saldo rekening giro. Dalam hal ini harus diketahui perilaku pergerakan saldo giro, baik menurun maupun meningkat, setiap bulannya sebagai dasar pemilihan metode perhitungan bunga.

Sumber : Buku tentang Giro

Penarikan Rekening Koran

Proses penarikan rekening Koran dengan jumlah nominal tertentu bisa dilakukan bila dana atau saldo efektifnya dalam rekening Koran tersebut telah tersedia dalam rekening Koran.
     Proses penarikan rekening Koran, sama seperti transakti penyetoran,  terdiri dari beberapa cara, yaitu :
a.       Penarikan tunai
b.      Pemindah bukuan
c.       Transfer atau warkat kliring
    Pemindah bukuan dilakukan untuk rekening yang ada pada satu kantor bank atau kantor untuk bank yang sama (proses earmarking). Transaksi earmarking perlu dikonfirmasi ke kantor cabang yang tertarik, biasanya dilakukan melalui telepon. Pada earmarking tersebut, transaksi debet harus disetujui oleh pihak yang berwenang dari cababg yang mempunyai rekening tersebut.
Pada transaksi penarikan tunai yang perlu diperhatikan adalah penarikan dana rekening Koran dapat dilakukan setiap saat sepanjang saldo rekening nasabah yang berangkutan mencukupi. Proses penarikan juga harus dilengkapi tiket debitnya sebagai bukti untuk nasabah dan petugas bank dalam proses pembukuan transaksinya.
          Penarikan dana rekening Koran yang mengakibatkan saldo menjadi negative (fasilitas overdraft) harus medapatkan persetujuan dari Accountt Officer yang bersangkutab sesuai dengan batas kewenangan dari pejabat yang lebih tinggi yang ditulis pada refer item card (refer item card adalah kartu yang menyatakan batas kewenangan seorang dalam menjalankan tugas dan tangung jawabnya) dengan menyantumkan nama, nomer rekening, tanggal penarikan, jumlah dalam angka dan hurup serta paraf officer yang bersangkutan.

Sumber : Buku tentang Giro

Media Pembayaran pada Giro

Media pembayaran atau alat lalu lintas pembayaran giral adalah warkat-warkat yang lazim dipergunakan sebagai alat penyetoran dan pengambilan atas simpana giro, serta sebagai alat penyetoran dan pengembalian kredit dalam bentuk Rekening Koran.
Media tersebut meliputi :
A.    Cek
Adalah alat pembayaran sebagai perintah tak bersyarat untuk memebayar sejumlah uang tertentu (KUHD pasal 178).
Lebih jelasnya cek adalah suatu perintah pembayaran tidak bersyarat dari penarikan (nasabah) kepada bank unutk membayarkan sejumlah dana tertentu kepada pembawa atau pihak yang identitasnya tercantum pada saat warkat yang ditunjukan atas beban rekening penarik.
Syarat formal berlakunya cek sehingga dapat diproses oleh Bank adalah sebagai berikut :
a.       Terdapat kata cek (cheque)
b.      Nama bank tertarik
c.       Penunjuk tempat pembayaran
d.      Tanggal dan tempat penarikan cek
e.       Tanda tangan penarik

B.     Bilyet Giro
Bilyet Giro secara formal belum diatur didalam KUHD. Tetapi Bilyet Giro mempunyai definisi sabagai berikut :
Bilyet Giro adalah surat perintah dari nasabah yang telah distandarisasi bentuknya, kepada banyakpenyimpan dana unutk memindah bukuan sejumlah dana dari rekening yang bersangkutan kepada pihak penerima yang disebutkan namanya pada bank yang sama atau pada bank lainnya.
Syarat formal berlakunya bilyet giro adalah sebagai berikut :
a.       Terdapat nama bilyetgiro dan nomor seri
b.      Nama dan tempat bank tertarik / kepada siapa perintah itu ditujukan
c.       Nama pihak yang harus pihak yang harus menerima pemindahbukuan
d.      Jumlah dana yang dipindahkan dalam angka maupun huruf
e.       Tanda tangan penarik dan cap jika penarik adalah badan usaha
f.       Tempat dan tanggal penarik
g.      Tanggal efektif berlakunya bilyet giro
h.      Nama bank dimana pihak penerima memelihara rekeningnya

Sumber : Buku tentang Giro

Giro

             Dari sekian banyaknya ragam dana yang dihimpun oleh suatu bank, dana masyarakat giro adalah dana yang selalu dimiliki oleh suatu bank dan merupakan salah satu dana yang harganya relatif lebih murah dibanding adna lainnya yang dimiliki oleh suatu bank.
            Bank menetapkan harga dana giro lebih murah karena lamanya pengendapan tidak dapat dipastikan secara tepat, dimana pemilik rekening giro dapat menarik uangnya kapan saja mereka kehendaki. Dengan demikian, dana giro tidak dapat diberikan harga yang tinggi.
1. PENGERTIAN
            Giro adalah simpanan dari pihak ketiga kepada bank yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek, surat perintah pembayaran lainnya, atau dengan cara pemindah bukuan.
            Penarikan dana giro oleh si pemilik hanya dapat dilakukan dengan cara perintah tertulis dari si pemiliknya sebagai dasar resmi otorisasi pendebetan rekening nasabah oleh bank. Penarikan ini dapat dilakukan sewaktu-waktu nasabah menghendakinya, dimana bank akan menguji kebenaran nomor rekening, tanda tangan, kecupan saldo, dan informasi lainnya yang diperlukan.
2. SIFAT REKENING
            Rekening giro merupakan hutang jangka pendek bank yang harus disajikan dalam hutang lancar. Setiap kali terjadi mutasi pertambahan rekening giro nasabah akan dibukukan di sebelah kredit dan setiap kali terjadi pengurangan rekening giro nasabah akan dibukukan disebelah debet. Dengan demikian saldo normal rekening giro adalah sebelah kredit.Apabila saldo suatu rekening giro nasabah berada pada sisi debet, maka rekening tersebut bersaldo negatif yang lazimnyadalam dunia perbankan dikenal dengan saldo merah atau terjadinya overdraft (bersaldo negatif).
            Dalam terjadi saldo negatif, maka kepada pemegang giro tidak dapat lagi menarik dananya dan kepadanya tidak akan diberikan bunga atau jasa giro, melaikan akan dibebankan dengan sejumlah biaya atau beban bunga yang harus dilunasi oleh nasabah yang bersangkutan. Biaya bunga tersebut memperbesar saldo debet rekening giro yang bersangkutan.

Sumber : Buku tentang Giro

Selasa, 30 Oktober 2012

Mewujudkan Pendidikan Karakter Yang Berkualitas


Dalam tataran teori, pendidikan karakter sangat menjanjikan bagi menjawab persoalan pendidikan di Indonesia. Namun dalam tataran praktik, seringkali terjadi bias dalam penerapannya. Tetapi sebagai sebuah upaya, pendidikan karakter haruslah sebuah program yang terukur pencapaiannya. Bicara mengenai pengukuran artinya harus ada alat ukurnya, kalo alat ukur pendidikan matematika jelas, kasih soal ujian jika nilainya diatas strandard kelulusan artinya dia bisa. Nah, bagaimana dengan pendidikan karakter?
Jika diberi soal mengenai pendidikan karakter maka soal tersebut tidak benar-benar mengukur keadaan sebenarnya. Misalnya, jika anda bertemu orang yang tersesat ditengah jalan dan tidak memiliki uang untuk melanjutkan perjalananya apa yang anda lakukan? Untuk hasil nilai ujian yang baik maka jawabannya adalah menolong orang tersebut, entah memberikan uang ataupun mengantarnya ke tujuannya. Pertanyaan saya, apabila hal ini benar-benar terjadi apakah akan terjadi seperti teorinya? Seperti jawaban ujian? Lalu apa alat ukur pendidikan karakter? Observasi atau pengamatan yang disertai dengan indikator perilaku yang dikehendaki. Misalnya, mengamati seorang siswa di kelas selama pelajaran tertentu, tentunya siswa tersebut tidak tahu saat dia sedang di observasi. Nah, kita dapat menentukan indikator jika dia memiliki perilaku yang baik saat guru menjelaskan, anggaplah mendengarkan dengan seksama, tidak ribut dan adanya catatan yang lengkap. Mudah bukan? Dan ini harus dibandingkan dengan beberapa situasi, bukan hanya didalam kelas saja. Ada banyak cara untuk mengukur hal ini, gunakan kreativitas anda serta kerendahan hati untuk belajar lebih maksimal agar pengukuran ini lebih sempurna.
Membentuk siswa yang berkarakter bukan suatu upaya mudah dan cepat. Hal tersebut memerlukan upaya terus menerus dan refleksi mendalam untuk membuat rentetan Moral Choice (keputusan moral) yang harus ditindaklanjuti dengan aksi nyata, sehingga menjadi hal yang praktis dan reflektif. Diperlukan sejumlah waktu untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan) dan membentuk watak atau tabiat seseorang. Menurut Helen Keller (manusia buta-tuli pertama yang lulus cum laude dari Radcliffe College di tahun 1904) “Character cannot be develop in ease and quite. Only through experience of trial and suffering can the soul be strengthened, vision cleared, ambition inspired, and success achieved”.
Selain itu pencanangan pendidikan karakter tentunya dimaksudkan untuk menjadi salah satu jawaban terhadap beragam persoalan bangsa yang saat ini banyak dilihat, didengar dan dirasakan, yang mana banyak persoalan muncul yang di indentifikasi bersumber dari gagalnya pendidikan dalam menyuntikkan nilai-nilai moral terhadap peserta didiknya. Hal ini tentunya sangat tepat, karena tujuan pendidikan bukan hanya melahirkan insan yang cerdas, namun juga menciptakan insan yang berkarakter kuat. Seperti yang dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni “intelligence plus character that is the goal of true education” (kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).
Banyak hal yang dapat dilakukan untuk merealisasikan pendidikan karakter di sekolah. Konsep karakter tidak cukup dijadikan sebagai suatu poin dalam silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran di sekolah, namun harus lebih dari itu, dijalankan dan dipraktekan. Mulailah dengan belajar taat dengan peraturan sekolah, dan tegakkan itu secara disiplin. Sekolah harus menjadikan pendidikan karakter sebagai sebuah tatanan nilai yang berkembang dengan baik di sekolah yang diwujudkan dalam contoh dan seruan nyata yang dipertontonkan oleh tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah dalam keseharian kegiatan di sekolah.
Di sisi lain, pendidikan karakter merupakan upaya yang harus melibatkan semua pemangku kepentingan dalam pendidikan, baik pihak keluarga, sekolah dan lingkungan sekolah dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan yang kelihatannya mulai terputus diantara ketiga stakeholders terdekat dalam lingkungan sekolah yaitu guru, keluarga dan masyarakat. Pembentukan dan pendidikan karakter tidak akan berhasil selama antara stakeholder lingkungan pendidikan tidak ada kesinambungan dan keharmonisan. Dengan demikian, rumah tangga dan keluarga sebagai lingkungan pembentukan dan pendidikan karakter pertama dan utama harus lebih diberdayakan yang kemudian didukung oleh lingkungan dan kondisi pembelajaran di sekolah yang memperkuat siklus pembentukan tersebut. Di samping itu tidak kalah pentingnya pendidikan di masyarakat. Lingkungan masyarakat juga sangat mempengaruhi terhadap karakter dan watak seseorang. Lingkungan masyarakat luas sangat mempengaruhi terhadap keberhasilan penanaman nilai-nilai etika, estetika untuk pembentukan karakter. Menurut Qurais Shihab (1996; 321), situasi kemasyarakatan dengan sistem nilai yang dianutnya, mempengaruhi sikap dan cara pandang masyarakat secara keseluruhan. Jika sistem nilai dan pandangan mereka terbatas pada kini dan disini, maka upaya dan ambisinya terbatas pada hal yang sama.
Ingin mewujudkan pendidikan karakter yang berkualitas? Maka kuncinya sudah dipaparkan diatas, ada alat ukur yang benar sehingga ada evaluasi dan tahu apa yang harus diperbaiki, adanya tiga komponen penting (guru, keluarga dan masyarakat) dalam upaya merelaisasikan pendidikan karakter berlangsung secara nyata bukan hanya wacana saja tanpa aksi. Ingat, Pendidikan karakter melalui sekolah, tidak semata-mata pembelajaran pengetahuan semata, tetapi lebih dari itu, yaitu penanaman moral, nilai-nilai etika, estetika, budi pekerti yang luhur. Dan yang terpenting adalah praktekan setelah informasi tersebut di berikan dan lakukan dengan disiplin oleh setiap elemen sekolah.
1.       Pengenalan materi pendidikan karakter
1.1   Pendidikan karakter harus terprogram
2.       Contoh pengukuran dari pendidikan karakter
2.1   metode pengukuran pendidikan karakter
2.2   Menetukan Indikator dari contoh tersebut
3.       Membentuk siswa yang berkarakter
3.1   Upaya yang di lakukan
3.2   Pernyataan menurut Helen keller
4.       Pencanangan pendidikan karakter menjadi salah satu jawaban terhadap beragam persoalan bangsa
4.1   Tujuan Pendidikan
4.2   Menurut Dr. Martin Luther King mengenai pendidikan
5.       Merealisasikan pendidikan karakter di sekolah
5.1   Konsep hanya bukan silabus tapi diterapkan
5.2   Peranan sekolah dalam membentuk pendidikan karakter
6.       Peranan dalam lingkungan
6.1   Langkah awal yang harus dilakukan adalah membangun kembali kemitraan dan jejaring pendidikan
6.2   Menurut Qurais Shihab  
7.       Perwujudan karakter yang berkualitas
7.1   Kesimpulan dari kunci mewujudkan pendidikan karakter yang berkualitas


Jumat, 26 Oktober 2012

Tugas 2 (Kerangka Karangan)


Topik     : Pendidikan diusia dini adalah Periode Emas
1.       Permasalahan
1.1   Lemahnya SDM yang kurang berkualitas
1.2   Fasilitas belajar kurang memadai
1.3   Tidak adanya kerjasama antar sekolah dengan orangtua
1.4   Kurang kerjasama dengan lembaga pendidikan anak usia dini
2.       Perbedaan yang belajar  dengan yang tidak belajar
2.1   Lebih mudah dalam mengenal jati diri
2.1.1          Mudah bersosoalisasi
2.1.2          Percaya diri
2.2   Lamban dalam menerima sesuatu
2.2.1          Kurang kreatif
2.2.2          Sulit beradaptasi
3.       Tujuan
3.1   Sosial
3.2   Pendidikan
3.2.1          Melatih kreativitas
3.2.2          Mengembangkan inisiatif
3.3   Perkembangan
3.3.1          Perkembangan kepribadian
3.3.2          Perkembangan fisik
4.       Manfaat
4.1   Menjadikan seorang yang imajinatif
4.2   Merangsang sensorik dan motorik otak
4.3   Lebih siap ke jenjang pendidikan dasar
5.       Hasil penelitian
6.       Penutup
6.1  Kesimpulan


Sabtu, 20 Oktober 2012

Jumlah KUR yang Sudah Disalurkan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) puas melihat hasil kredit usaha rakyat (KUR). Di mana sudah Rp82 triliun KUR yang dialika ke 6,8 juta nasabah mikro kecil.
Dalam dokumen dalam implementasi KUR ini, sejak 2007 sudah Rp82 triliun, debitur yang kita alirkan KUR atau nasabah mikro kecil 6,8 juta. SBY mengatakan, dari 6,8 juta yang dialirkan, dia harapkan pada tahun 2014 mencapai 10 juta.
SBY mengatakan, meminta pimpinan pemda untuk mendukung program ini. "Kalau ada program bagus ini ada pemda tidak mendukung ini keliru.
SBY dalam rapat kabinet juga mengundang Pemda Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara dimana daerah-daerah penerimaan KUR besar.
Analisisnya:
KUR merupan salah satu program pemerintah untuk memberikan kredit usaha rakyat yang memiliki bunga yang sangat rendah. Telah tersalurkan nya sebanyak 82 triliyun dengan 6,8 juta kreditur KUR  yang telah dialirkan sangat membantu dalam mengurangi angka pengangguran karena dengan tersalurkannya KUR masyarakat dapat membuat usaha kecil dengan meminjam uang ke bank dengan bunga yang sangat rendah. Dengan adanya KUR dapat mengurangi angka kemiskinan karena masyarakat dapat memiliki penghasilan sendiri dari usaha yang didirikannya. 


Ref.
http://economy.okezone.com/read/2012/08/10/457/676208/sby-jumlah-kur-yang-sudah-disalurkan-rp82-triliun